Jakarta - CEO Nokia Stephen Elop buka-bukaan soal rencana strategis perusahaannya sebelum akhirnya merapat ke Windows Phone 7 Microsoft. Nokia sejatinya sempat terpikir untuk berkolaborasi dengan Google Android, namun tak demikian dengan Research In Motion (RIM).
Elop mengatakan, di awal kepemimpinannya, Nokia sebenarnya telah memiliki tiga opsi dalam pengembangan rencana strategisnya. Pertama adalah menggaet Microsoft dengan mengandalkan OS mobile Windows Phone 7. Kedua, mendekat ke Google Android, dan terakhir adalah berjuang sendiri tanpa duet.
Lalu ke mana RIM? Ternyata Nokia dari awal mengenyampingkan atau lebih sopannya tidak memperhitungkan produsen Blackberry itu untuk diajak berkolaborasi.
"Yang kami pikirkan adalah tidak hanya mengenai hardware dan software yang hebat, namun juga dengan apa yang kita sebut ekosistem. Dimana media itu memberikan layanan melalui internet, dengan aplikasinya dibuat oleh para developer. Itulah yang ingin kami tambahkan ke dalam gadget Anda untuk menciptakan pengalaman yang luar biasa," jelas Elop, ketika diinterview Financial Post dan dikutip detikINET, Selasa (5/4/2011).
Namun menurut pandangan Nokia, saat ini Apple dan Google Android merupakan dua ekosistem yang memiliki skala paling besar. "Apple dimiliki, dijalankan, dan dikendalikan oleh Apple, dan dibuat unik hanya untuk mereka. Jadi itu bukanlah suatu pilihan," kata Elop.
"Kemudian Android, yang menjadi salah satu yang kami pikirkan, bagaimanapun ketika kami menggunakan Android, kami harus mencari cara bagaimana untuk mengkombinasikan aset atau usaha dari berbagai pihak yang berkepentingan untuk menciptakan ekosistem alternatif," lanjutnya.
Hingga kemudian, Nokia akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Microsoft. "Microsoft jelas memiliki aset, partner operator kami juga memiliki aset, yang bisa dibawa berjalan bersamaan dengan Microsoft. Dan kami tidak melihat ada opsi-opsi lain yang akan memungkinkan kita untuk melakukan itu," imbuh Elop, yang juga mantan petinggi Microsoft itu.
http://www.detikinet.com/read/2011/04/05/102458/1608700/317/pinggirkan-rim-nokia-lebih-perhitungkan-android
Tampilkan postingan dengan label software. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label software. Tampilkan semua postingan
Selasa, 03 Mei 2011
Jakarta - Microsoft meningkatkan persaingannya dalam mesin pencarian dengan Google. Perusahaan yang berpusat di Redmond, Amerika Serikat (AS) itu mengajukan complaint secara formal ke Komisi Eropa, mengklaim bahwa Google telah menghalangi kompetisi dalam pencarian internet.
Agaknya Microsoft mengambil contoh pada kasus yang pernah menimpanya. Seperti diketahui, Microsoft sendiri pernah dihadang isu monopoli pasar browser di Eropa karena membundling Internet Explorer dengan OS Windows.
Dalam catatan para analis, ini adalah pertamakalinya Microsoft, yang notabene menjadi target isu aksi anti kompetisi di AS dan Eropa, mengajukan keluhan soal isu-isu persaingan.
Dalam berkas pengaduannya, seperti dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Kamis (31/3/2011), Microsoft mengklaim Google telah sengaja membuat persaingan mesin pencarian berjalan tidak adil.
"Google mengendalikan lebih dari 90 persen pasar periklanan pencarian internet di Eropa. Sementara mesin pencarian Bing, berjuang membuat terobosan untuk masuk ke pangsa pasar yang dikuasai Google tersebut," tulis Microsoft.
Saat ini, Google tengah dalam proses investigasi oleh Komisi Eropa. Penyelidikan dilakukan setelah tiga perusahaan, salah satunya Microsoft mengajukan keluhan tersebut. Tidak disebutkan dua perusahaan lainnya.
Menanggapi hal ini, Google tidak berupaya membantah klaim Microsoft. Namun raksasa mesin pencarian ini mengindikasikan pihaknya tidak terlalu peduli dengan keluhan tersebut.
"Kami tidak terkejut Microsoft melakukannya, karena salah satu anak perusahaannya adalah salah satu yang mengeluhkan ini," juru bicara Google.
"Bagian kami adalah terus membahas kasus ini dengan Komisi Eropa dan kami akan dengan senang hati menjelaskan kepada siapa pun bagaimana cara kerja bisnis kami," tutupnya.
http://www.detikinet.com/read/2011/03/31/173141/1606005/319/microsoft-protes-dominasi-google-di-eropa
Agaknya Microsoft mengambil contoh pada kasus yang pernah menimpanya. Seperti diketahui, Microsoft sendiri pernah dihadang isu monopoli pasar browser di Eropa karena membundling Internet Explorer dengan OS Windows.
Dalam catatan para analis, ini adalah pertamakalinya Microsoft, yang notabene menjadi target isu aksi anti kompetisi di AS dan Eropa, mengajukan keluhan soal isu-isu persaingan.
Dalam berkas pengaduannya, seperti dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Kamis (31/3/2011), Microsoft mengklaim Google telah sengaja membuat persaingan mesin pencarian berjalan tidak adil.
"Google mengendalikan lebih dari 90 persen pasar periklanan pencarian internet di Eropa. Sementara mesin pencarian Bing, berjuang membuat terobosan untuk masuk ke pangsa pasar yang dikuasai Google tersebut," tulis Microsoft.
Saat ini, Google tengah dalam proses investigasi oleh Komisi Eropa. Penyelidikan dilakukan setelah tiga perusahaan, salah satunya Microsoft mengajukan keluhan tersebut. Tidak disebutkan dua perusahaan lainnya.
Menanggapi hal ini, Google tidak berupaya membantah klaim Microsoft. Namun raksasa mesin pencarian ini mengindikasikan pihaknya tidak terlalu peduli dengan keluhan tersebut.
"Kami tidak terkejut Microsoft melakukannya, karena salah satu anak perusahaannya adalah salah satu yang mengeluhkan ini," juru bicara Google.
"Bagian kami adalah terus membahas kasus ini dengan Komisi Eropa dan kami akan dengan senang hati menjelaskan kepada siapa pun bagaimana cara kerja bisnis kami," tutupnya.
http://www.detikinet.com/read/2011/03/31/173141/1606005/319/microsoft-protes-dominasi-google-di-eropa
Internet
Jakarta - Browser Internet Explorer 9 baru saja dirilis oleh Microsoft dan diklaim cukup sukses. Salah satu indikasinya, penjelajah internet tersebut saat ini sudah diinstall di 3,6% komputer yang menjalankan sistem operasi terkini dari Microsoft, Windows 7.
Seperti dikutip detikINET dari V3, Sabtu (2/4/2011), angka itu dinilai sebagai sebuah keberhasilan tersendiri oleh Microsoft. Sebab, jumlahnya melebihi performa awal Internet Explorer 8 di Windows 7.
"Baru dua minggu kami merilis IE9 dan dalam waktu singkat telah terlihat reaksi positif di ranah global," klaim Ryan Gavin, Senior Director Internet Explorer Business and Marketing.
Gavin optimistis IE9 akan terus menggaet dukungan. Datanya sendiri berasal dari Net Applications di mana market share IE9 di Windows 7 mencapai 3,6% pada akhir Maret. Ini lima kali lebih tinggi dibanding IE8 dalam kurun waktu sebulan sejak peluncurannya.
Namun jika dilihat dari keseluruhan pasar browser di semua sistem operasi, pasar Internet Explorer dari semua versi masih menunjukkan penurunan. Meski masih menguasai pasar, IE di bulan Maret mendapat raihan 55,9%, menurun 0,85% dari bulan terdahulu.
Padahal para rival menunjukkan tren naik. Google Chrome kini punya pangsa pasar 11,6% secara global, sebuah rekor tertingginya. Sedangkan Firefox yang juga baru keluar versi terbarunya, kini memiliki 21,8% market share. Lalu Safari meraih kue pasar 6,6%.
http://www.detikinet.com/read/2011/04/02/161903/1607278/317/microsoft-klaim-internet-explorer-9-sukses
Seperti dikutip detikINET dari V3, Sabtu (2/4/2011), angka itu dinilai sebagai sebuah keberhasilan tersendiri oleh Microsoft. Sebab, jumlahnya melebihi performa awal Internet Explorer 8 di Windows 7.
"Baru dua minggu kami merilis IE9 dan dalam waktu singkat telah terlihat reaksi positif di ranah global," klaim Ryan Gavin, Senior Director Internet Explorer Business and Marketing.
Gavin optimistis IE9 akan terus menggaet dukungan. Datanya sendiri berasal dari Net Applications di mana market share IE9 di Windows 7 mencapai 3,6% pada akhir Maret. Ini lima kali lebih tinggi dibanding IE8 dalam kurun waktu sebulan sejak peluncurannya.
Namun jika dilihat dari keseluruhan pasar browser di semua sistem operasi, pasar Internet Explorer dari semua versi masih menunjukkan penurunan. Meski masih menguasai pasar, IE di bulan Maret mendapat raihan 55,9%, menurun 0,85% dari bulan terdahulu.
Padahal para rival menunjukkan tren naik. Google Chrome kini punya pangsa pasar 11,6% secara global, sebuah rekor tertingginya. Sedangkan Firefox yang juga baru keluar versi terbarunya, kini memiliki 21,8% market share. Lalu Safari meraih kue pasar 6,6%.
http://www.detikinet.com/read/2011/04/02/161903/1607278/317/microsoft-klaim-internet-explorer-9-sukses
microsoft nokia
Jakarta - Tak bisa dipungkiri, CEO Nokia Stephen Elop memiliki kedekatan khusus dengan Microsoft. Sebab sebelumnya, Elop merupakan petinggi di perusahaan milik Bill Gates itu dengan jabatan terakhir Business Division President Microsoft.
Jadi jika ada deal-deal antara Nokia dan Microsoft harusnya akan berjalan lebih mudah. Seperti ini pula yang terjadi ketika Elop 'meminang' Windows Phone 7 kepada Microsoft.
Dalam sesi wawancaranya kepada Financial Post yang dikutip detikINET, Selasa (5/4/2011), Elop mengaku mengajak CEO Microsoft Steve Ballmer bekerja sama dengan gaya santai.
"Jadi awal mula percakapan saya dengan Steve (Ballmer) adalah dengan mengatakan, 'hey, kita tengah melakukan proses pengembangan strategis dan kami mempertimbangkan tiga opsi. Kami pikir Microsoft adalah salah satu pilihan. Apakah Microsoft bersedia untuk terlibat secara mendalam dan menjalin hubungan yang kuat dengan Nokia, sesuatu yang strategis," tutur Elop.
Dan tak perlu menunggu waktu lama, Ballmer langsung memberi jawaban yang diharapkan Elop. "Dia meresponnya dengan jawaban, 'ya'," tukasnya.
Selanjutnya sudah bisa ditebak, komitmen dari kedua nakhoda perusahaan besar tersebut langsung diproses oleh bagian terkait. Seperti divisi engineering dan pengembangan layanan untuk duduk dalam satu meja meramu kolaborasi.
"Keputusan final dibuat saat malam sebelum kami mengumumkan kolaborasi ini kepada publik di 11 Februari lalu," tandas Elop.
Microsoft dan Windows Phone 7-nya sejatinya bukanlah pilihan berduet satu-satunya dari Nokia. Pilihan lain yang juga sempat terbersit adalah Google Android atau berjalan sendiri.
Namun palu keputusan sudah diketok Nokia dengan menggandeng Microsoft untuk bertarung di pasar ponsel dunia. Banyak pihak pun menanti-nanti, akan seperti apa ponsel Nokia bercita rasa Windows Phone 7 yang akan diciptakan dua raksasa ini nantinya.
Turut penasaran? Tunggu sampai tahun 2012!
http://www.detikinet.com/read/2011/04/05/132155/1608899/317/gaya-santai-ceo-nokia--meminang--microsoft
Jadi jika ada deal-deal antara Nokia dan Microsoft harusnya akan berjalan lebih mudah. Seperti ini pula yang terjadi ketika Elop 'meminang' Windows Phone 7 kepada Microsoft.
Dalam sesi wawancaranya kepada Financial Post yang dikutip detikINET, Selasa (5/4/2011), Elop mengaku mengajak CEO Microsoft Steve Ballmer bekerja sama dengan gaya santai.
"Jadi awal mula percakapan saya dengan Steve (Ballmer) adalah dengan mengatakan, 'hey, kita tengah melakukan proses pengembangan strategis dan kami mempertimbangkan tiga opsi. Kami pikir Microsoft adalah salah satu pilihan. Apakah Microsoft bersedia untuk terlibat secara mendalam dan menjalin hubungan yang kuat dengan Nokia, sesuatu yang strategis," tutur Elop.
Dan tak perlu menunggu waktu lama, Ballmer langsung memberi jawaban yang diharapkan Elop. "Dia meresponnya dengan jawaban, 'ya'," tukasnya.
Selanjutnya sudah bisa ditebak, komitmen dari kedua nakhoda perusahaan besar tersebut langsung diproses oleh bagian terkait. Seperti divisi engineering dan pengembangan layanan untuk duduk dalam satu meja meramu kolaborasi.
"Keputusan final dibuat saat malam sebelum kami mengumumkan kolaborasi ini kepada publik di 11 Februari lalu," tandas Elop.
Microsoft dan Windows Phone 7-nya sejatinya bukanlah pilihan berduet satu-satunya dari Nokia. Pilihan lain yang juga sempat terbersit adalah Google Android atau berjalan sendiri.
Namun palu keputusan sudah diketok Nokia dengan menggandeng Microsoft untuk bertarung di pasar ponsel dunia. Banyak pihak pun menanti-nanti, akan seperti apa ponsel Nokia bercita rasa Windows Phone 7 yang akan diciptakan dua raksasa ini nantinya.
Turut penasaran? Tunggu sampai tahun 2012!
http://www.detikinet.com/read/2011/04/05/132155/1608899/317/gaya-santai-ceo-nokia--meminang--microsoft
starcraft
Jakarta - AMD mengklaim bahwa salah satu penghambat kinerja kartu grafis di komputer adalah directX dari Microsoft. Seharusnya GPU yang ada saat ini bisa menampilkan kualitas gambar 10 kali lebih baik dari konsol game.
Teknologi kartu grafis di PC memang jauh melampaui yang ada di konsol. Sebagai contoh, GPU dengan nama sandi Xenos di Xbox 360 atau arsitektur GeForce seri 7 yang dibenamkan pada PlayStation 3. Jika dibandingkan dengan PC tentu saja keduanya tampak jadul dan kurang bertenaga.
Namun kenyataannya adalah, meski GPU di PC memiliki fitur 10 kali lebih canggih, namun tetap saja kualitas grafisnya tidak terpaut jauh dari game versi konsol. Paling tidak itulah pandangan Richard Huddy, AMD Senior Manager of Developer Relations.
DirectX sendiri merupakan Application Programming Interface (API) besutan Microsoft yang mengendalikan seluruh kinerja hardware komputer, termasuk kartu grafis. Berbeda dengan metode di konsol yang memungkinkan para developer 'berkomunikasi' langsung dengan hardware. Inilah yang dianggap AMD sebagai penghambat perkembangan game di PC.
"Dengan memberikan akses ke hardware hingga level paling bawah, maka membuka peluang bagi developer agar bisa berinovasi. Jelas sekali saya mendengar, hilangkan saja API" ketika berbicara kepada para pengembang game komputer," tambah Huddy, seperti dikutip detikINET dari Bit-tech, Selasa (5/4/2011).
Untuk Xbox 360 masih menggunakan teknologi directX 9.0c, sedangkan PC sudah mencapai directX versi 11. Berbeda dengan keduanya, PlayStation 3 malah tidak menggunakan API dari Microsoft tersebut.
http://www.detikinet.com/read/2011/04/05/113145/1608792/654/amd-perkembangan-game-terhambat-microsoft
Teknologi kartu grafis di PC memang jauh melampaui yang ada di konsol. Sebagai contoh, GPU dengan nama sandi Xenos di Xbox 360 atau arsitektur GeForce seri 7 yang dibenamkan pada PlayStation 3. Jika dibandingkan dengan PC tentu saja keduanya tampak jadul dan kurang bertenaga.
Namun kenyataannya adalah, meski GPU di PC memiliki fitur 10 kali lebih canggih, namun tetap saja kualitas grafisnya tidak terpaut jauh dari game versi konsol. Paling tidak itulah pandangan Richard Huddy, AMD Senior Manager of Developer Relations.
DirectX sendiri merupakan Application Programming Interface (API) besutan Microsoft yang mengendalikan seluruh kinerja hardware komputer, termasuk kartu grafis. Berbeda dengan metode di konsol yang memungkinkan para developer 'berkomunikasi' langsung dengan hardware. Inilah yang dianggap AMD sebagai penghambat perkembangan game di PC.
"Dengan memberikan akses ke hardware hingga level paling bawah, maka membuka peluang bagi developer agar bisa berinovasi. Jelas sekali saya mendengar, hilangkan saja API" ketika berbicara kepada para pengembang game komputer," tambah Huddy, seperti dikutip detikINET dari Bit-tech, Selasa (5/4/2011).
Untuk Xbox 360 masih menggunakan teknologi directX 9.0c, sedangkan PC sudah mencapai directX versi 11. Berbeda dengan keduanya, PlayStation 3 malah tidak menggunakan API dari Microsoft tersebut.
http://www.detikinet.com/read/2011/04/05/113145/1608792/654/amd-perkembangan-game-terhambat-microsoft
Langganan:
Postingan (Atom)